Pidato Ketua MPR, Sampaikan Kondisi Obyektif Realitas Tapi Dianggap Menyesatkan

Kedirionline.com – Sejumlah politisi pendukung pemerintah memberikan kritikan terhadap pidato Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dalam Sidang Tahunan MPR 2018 beberapa waktu lalu. Mereka menilai pidato tersebut kurang pada tempatnya dan bercita rasa oposan.

Namun pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio berpendapat, pidato Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam sidang tahunan MPR RI Tahun 2018 di Gedung Parlemen, beberapa waktu lalu adalah hal yang lumrah dan wajar.

“Saya rasa pidatonya Zulkifli masih wajar. Bolehlah gayanya, dia membawa hal ini ke ranah yang lebih bersahabat, lebih kekeluargaan, lah,” ujar Hendri sebagaimana dikutip Kompas.com,

Di sisi lain, lanjut Hendri, pendukung Jokowi juga tidak perlu ‘panas’ mendengar pidato Zulkifli itu. Sebab, sidang tahunan MPR RI sebenarnya memang merupakan panggung Ketua MPR RI, bukan hanya panggung Presiden.

Dalam pidatonya, Zulkifli pun berhak menyampaikan apa pun. Apalagi apabila yang disampaikan Zulkifli adalah benar-benar suara dari akar rumput. “Kan sidang tahunan itu bukan semata-mata panggungnya Jokowi saja. Tapi justru itu kesempatan Ketua MPR RI berbicara. Bahkan di dalamnya, kritik-kritik itu tetap boleh saja disampaikan. Kan dia mewakili rakyat. Jadi pasti ada saja rakyat yang kepingin ngomong begitu,” ujar Hendri. “Oleh sebab itu, bagi pendukung Jokowi, sebaiknya jangan kuping tipis. Jadikanlah setiap kritikan itu sebagai masukan penyemangat untuk menuntaskan janji, agar dapat dua periode,” kata dia.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP PAN, Erwin Izharuddin, yang menilai pidato Ketua MPR adalah sangat obyektif dan proporsional.

“Seharusnya semua pihak memberikan apresiasi atas sikap ketua MPR yang telah mampu memotret secara obyektif dan konstruktif atas realitas dan dinamika kebangsaan setahun terakhir,” kata Wakil Sekjen DPP PAN, Erwin Izharuddin

Menurutnya, pidato Zulkifli pada sidang tahunan sebagai cara ketua MPR menjaga dan merawat akal politik tetap berfungsi normal dan tumbuh sehat di tengah masyarakat pada tahun politik saat ini.

Pemerintah dan para tokoh politik pendukung pemerintah seharusnya berterima kasih kepada ketua MPR karena telah menunjukkan sisi lemah kinerja pemerintah. Hal yang justru tidak sanggup mereka para politisi pendukung pemerintah temukan.

Jelas Erwin, tentu pada akhirnya akan dikembalikan kepada publik sendiri sebagai penilai akhir. Apakah pidato Zulkifli sekedar kritik sebagai sikap oposisi atau justru mencerminkan realitas yang dialami dan dirasakan sehari-hari oleh publik.

“Dan ketua MPR juga bukan hanya mengkritik tapi juga menyanpaikan apresiasi atas kinerja dan pencapaian pemerintah. Misalnya kinerja pemerintah dalam menanggani bencana gempa di Lombok. Juga apresiasi terkait kesiapan pemerintah dalam menyongsong Asian Games,” demikian Erwin Izharuddin.//cw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *