Momen Istimewa, Festival Panji Nusantara Mampir Candi Tegowangi

Kedirionline.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Festival Panji Nusantara, mulai Sabtu (30/6) hingga Kamis (5/7/2018).

Nah, Kediri menjadi salah satu dari lima kota yang akan dijadikan tempat estafet pagelaran Festival Panji Nusantara.

Lima kota tersebut di antaranya Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan (30/6 – 1/7), Taman Krida Budaya Jawa Timur Malang (2/7 – 3/7), Komplek Candi Penataran Kabupaten Blitar (3/7), Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Kabupaten Tulungagung (4/7), dan terakhir di Candi Tegowangi, Situs Panji di Kabupaten Kediri (4/7 – 5/7).

Jarianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari Festival Panji Internasional oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jendral Kebudayaan 27 Juni di Bali.

“Unesco sudah mengakui adanya sejarah Panji ini. Nah saat ini kami semua sedang memperjuangkan sejarah Panji agar diakui menjadi milik Indonesia, khususnya Jatim. Ya melalui kegiatan semacam ini,” terangnya saat prescon di Taman Budaya Cak Durasim, beberapa waktu lalu.

Festival Panji Nusantara ini, lanjut Jarianto, diharapkan bisa menambah pengetahuan seniman daerah agar turut melestarikannya. “Sehingga timbul kecintaan terhadap budaya asli Indonesia. Ini masih dua kali kita selenggarakan, dan terus akan kita upayakan di tahun ke tahun,” ujarnya.

Menurut sejarah cerita Panji adalah sebuah pusaka budaya yang populer pada masa Majapahit. Cerita ini menyebar ke berbagai daerah dan negara-negara Asia Tenggara kekuasaan Majapahit kala itu.
Cerita Panji bukan sekadar kisah romantika Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji tetapi masih banyak hal lainnya.

Henri Nurcahyo, penulis buku Memahami Budaya Panji menjelaskan selama ini masyarakat Indonesia lebih mengenal cerita Ramayana dan Mahabarata dari India. Sementara Jawa Timur, Indonesia sebenarnya memiliki cerita Panji.

“Cerita Panji sangat populer saat masa Majapahit yang kekuasaanya sangat luas. Tidak heran jika cerita ini sampai ke Thailand, Sri Lanka, Kamboja, bahkan Philipina. Di Indonesia pun ada 14 relief tentang cerita Panji. Lalu tiba-tiba budaya India menghegemoni datang kisah Ramayana dan Mahabarata, untuk itu sekarang kita kembalikan cerita asli miliki Indonesia,” terang Henri.

Henri mengatakan cerita Ramayana dan Mahabarata hanya terdiri satu versi, sementara cerita Panji terdiri dari ratusan versi.

“Bisa dibilang cerita Panji ini tentang Rome Julietnya, namun banyak versi,” sergahnya.

Menurut Henri sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya mengetahui beberapa cerita Panji. Seperti Klenting Kuning, Timun Mas, dan beberapa dongeng populer lainnya.

“Cuma memang sebagian tidak paham bahwa itu sebenarnya rangkaian cerita Panji. Naskah cerita Panji ada sebanyak 36 di Indonesia, 78 di Thailand dan ratusan di Belanda dan Inggris,” tambah Henri.

Seiring berkembangnya budaya, Panji tidak hanya mencakup sebuah cerita. Namun juga meliputi berbagai transformasi menjadi seni pertunjukan, tari, teater, wayang beber, komik, seni media, film, dan banyak lainnya.//cw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *