Inovatif, Siswa SMKN 1 Grogol Ciptakan Mesin Tetas Telur dari Barang Bekas

Kedirionline.com – Barang bekas di tangan mereka yang kreatif dan inovatif akan menjadi barang berkelas dan bermanfaat. Seperti yang telah dilakukan oleh empat siswa dari SMK Negeri 1 Grogol, Kabupaten Kediri ini. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas untuk menjadikannya barang baru sebagai mesin tetas telur.

Hebatnya, alat tetas telur berbahan barang bekas itu pun mampu meraih juara kedua dalam acara pameran dan seminar Teknologi dan Agribis bagi Penguatan Sistem Inovasi Daerah. Acara tersebut berlangsung di Gedung Bhagawan Tabari, digelar oleh Tim SIDa Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Ide awal muncul ketika melihat alat tetas telur yang menggunakan bola lampu (bohlam, Red),” terang Mochamad Fatur Riyan Nurzidan, salah seorang anggota tim. Selain Fatur, tiga siswa yang terlibat dalam build mesin itu adalah Ichwan Abdir Rozak, Jainal Abidin, dan Puguh Susanto.

Menurut mereka alat tetas dari bohlam memiliki beberapa kelemahan. Alat itu tak memiliki suhu panas yang sesuai. Penyebabnya suhu lampu yang tak stabil. Karena itu, alat ini juga tak efisien.

Kelemahan itulah yang berusaha ditutupi di teknologi mesin tetas berbahan daur ulang ini. Yang menambahkan beberapa fungsi untuk pengatur kelembaban. Yang membuat mesin berdaya tamping 500 butir telur ini bisa mencapai tingkat keberhasilan penetasan hingga 90 persen.

Mesin berbentuk kubus ini memiliki tiga rak untuk meletakkan telur. Tersusun dari peralatan bekas seperti alat power window mobil, kipas dari CPU komputer, dan bekas alat penanak nasi.

Alat bekas power window itu ditempatkan di dalam mesin tetas. Fungsinya sebagai alat putar rak sesuai dengan timer yang disetel. Kemudian, bagian yang berupa kipas dari CPU komputer berfungsi sebagai jalur masuk dan keluarnya udara. Kipas ini ada dua. Bagian atas dan bawah. Yang atas berfungsi sebagai penyerap udara dari luar. Sedangkan yang bawah untuk sirkulasi udara.

Untuk pemanasnya menggunakan bekas penanak nasi. Sebagai mesin pemanas yang ditempatkan di bagian belakang.

Selain itu, di dinding bagian dalam dilapisi alumunium. Fungsinya agar suhu panas tidak meresap. Agar menjaga udara tetap lembab, tepat di atas rak-rak telur terdapat nampan berisi air. “Suhunya tidak melibihi 38 derajat celcius,” terang Ichwan.

Alat ini bisa menampung 500 butir telur dalam sekali penetasan. Dari hasil uji coba, tingkat keberhasilannya 90 persen. Namun, itu juga tergantung dari kualitas telurnya.

Alat penetas ini membutuhkan daya listrik sebesar 200 watts. Namun, jika ada penambahan elemen maka daya yang dibutuhkan juga bertambah. Selain itu, mesin ini akan mati sendiri bila suhu tidak sesuai dengan temperatur yang digunakan. Karena itulah mesin ini juga lebih hemat biaya.

Kini, keempat pembuat mesin telur ini makin terlecut untuk lebih menyempurnakan mesin buatan mereka itu. Sebab, meski sudah layak pakai tapi ada beberapa bagian yang perlu perbaikan. Setidaknya agar bisa memenuhi keinginan pasar. Seperti membuat tingkat keberhasilan penetasan 100 persen. “Juga ada rencana memperbanyak jumlah rak telur,” jelas Fatur.//cw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *