Sahur di Kepung, Bude Khofifah Pertegas Komitmennya untuk Pemerataan Kesejahteraan

Kedirionline.com  – Calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa kembali melanutkan sahur on the road untuk menyapa masyarakat.

Pada Sabtu (26/5) dini hari tadi, giliran warga di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, yang dikunjungi Khofifah. Warga di Kepung pun cukup antusias menyambut Khofifah.

Khofifah makan sahur bersama ratusan masyarakat dan Jamaah Kawulo Pinggiran (JKP) asuhan Gus Gendeng di Halaman Zahra Swalayan Jl. Raya Harinjing Dusun Purworejo, Desa dan Kecamatan Kepung, Kabupaten KediriKetua Muslimat NU ini memilih menu nasi tumpang yang menjadi khas Kediri.

“Pagi ini saya sahurnya nikmat sekali. Saya habis satu bungkus nasi pecel sambal tumpang. Rasanya mix sambal tumpang dengan pecel yang paling pas dan enak itu ya di Kediri,” tandas Khofifah.

Di sela-sela makan sahur bareng, Khofifah mengungkapkan rasa salutnya atas keberadaan JKP. Sebab, sudah menggumpulkan uang untuk melakukan bedah rumah. Bahkan, saat ini totalnya sudah mencapai 40 unit rumah yang dibedah.

“Jangan merasa menjadi orang pinggiran, terus tidak mampu berbuat apapun. Bahwa tidak ada orang yang suci di dunia ini, namun ada orang yang terjaga kesuciannya. Kapan tidak disiram, akan kering seperti iman kita. Yang sudah punya kelompok pengajian, tetap di jalankan untuk membersihkan hati kita,” terangnya.

Usai sahur bersama, Khofifah blusukan ke Pasar Karangdinoyo. Kehadirannya di Pasar Induk ini mendapatkan sambutan antusias dari para pedagang maupun pembeli. “Mereka adalah orang-orang tangguh yang berjiwa mandiri, karena selalu bangun pagi dan bekerja yang selalu diawali dengan doa,” katanya.

Menurut Khofifah, lampu bisa memberikan ruang lebih nyaman bagi penjual dan pembeli untuk mengenali apa yang dijual dan yang dibeli, Apabila PLN cukup dan energi cukup, maka menurutnya, harus ada tambahan spot.

“Ini juga suatu kekayakaan. Pasar induk ini menjadi sentra pedagang yang keliling kampung. Mereka akan kulakan disini. Proses transaksi yang berjalan menjadi upaya menggerekkan ekonmi masyarakat,” jelas Khofifah.

Usai bertemu dan berdialog dengan pedagang pasar, Khofifah juga berbicara tentang bagaimana bisa memperluas pemerataan pembangunan dan kesejahteraan dengan melibatkan banyak pihak.

“Bagi kita jangan semua mengandalkan APBD, tepi partnership, goverment dan non goverment. Misalnya hari minggu kita ikut carfreeday (FCFD) di situ ada masjid kita sholat duha. Kita ingin buka rezeki dari langit dan rezeki yang ada di bumi. Kemudian kita ke kampung untuk melakukan bedah rumah. Siapa yang bisa melakukan ini? kalangan dunia usaha diajak untuk memberikan CSR-nya disana. Pemetaannya yang sudah dilakukan lebih awal, itu akan memudahkan penyaluran CSR bagi pengusaha termasuk didalamnya BUMN dan BUMD. Sehingga setiap minggu kita bisa menyisir berapa rumah yang bisa kita renovasi atau bedah rumah,” beber Khofifah.

Hal itu, terusnya, bisa menjadi bagian untuk mengantarkan kehidupan yang layak. Semuanya bisa terintegrasi. Khofifah menyebut dengan istilah ‘Bedah Kampung’.

Di akhir pertemuan, Khofifah menyampaikan rasa terima kasih karena mendapat perhatian semua pihak. “Nanti ketemu ‘Bude’ (Khofifah), pada 27 Juni 2018 ya, dengan pakaian putih, jilbab putih dan bernomor satu, demi kemakmuran Jawa Timur,” pinta Khofifah.//cw

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *