Bawang Merah Impor di Pasar Pare, Jangan Sampai Gerus Pendapatan Petani Lokal

Kedirionline.com – Keberadaan bawang merah impor yang mudah ditemui di Pasar Besar Pare memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi Komisi B DPRD Kabupaten Kediri. “Harganya lebih murah dibanding bawang lokal, sudah pasti ini berpotensi menjadi permasalahan yang mengganggu petani bawang merah di Kabupaten Kediri,” tandas Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kediri, Drs. Sudarmika.

Sudarmika menandaskan jika pemerintah Kabupaten Kediri perlu membuat kebijakan untuk menata keberadaan bawang merah impor ini agar tak mengancam pendapatan petani bawang merah di Kabupaten Kediri.

“Regulasi import bawang merah hendaknya perlu ditata agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Jika pasar bawang merah import dari India ini mengusai pasar tentu kasihan petani bawang merah,” tandasnya.

Menurut Sudarmika sudah seharusnya Pemkab Kediri utamanya Satgas Pangan mencermati serius keberadaan bawang merah impor ini.

“Saat ini pengaruhnya belum begitu besar, Tapi jika tak segera dikendalikan pasti akan mendominasi pasar dan merenggut kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Kediri. Sejauh ini konsumen masih memilih bawang merah lokal sebagai pilihan sekalipun harganya lebih mahal. Harga pasar setiap hari bisa berubah dan harus dibatasi,” tandas politisi yang berasal dari Partai Amanat Nasional ini.

Trend lonjakan bawang merah impor memang biasa berlangusng saat menjelang ramadhan dan hari raya.

“Biasanya di bulan-bulan awal, ya seperti April bisa juga pas Ramadan,” papar Zaenuri, pedagang grosir bawang merah dan bawang putih di Pasar Induk Pare.

Meski demikian, menurut Zaenuri saat ini pasokan bawang merah lokal masih mendominasi pasar. “Bawang impor saya punya stok satu ton, sementara bawang lokal ada lima ton,” tandasnya.//cw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *