Tumpuan Hidup Terancam Hilang, Warga Tolak Perusahaan Penambang di DAS Konto

Kedirionline.com – Rencana penambangan galian C di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Konto, Kabupaten Kediri memunculkan keresahan warga di tiga desa. Sebab rencana tersebut dianggap bisa mengancam mata pencaharian warga setempat.

Total lahan yang bakal ditambang galian C oleh PT Bintang Timur Sumber Alam dan PT Gemilang Bumi Sarana seluas sekitar 200 hektar.

Lahan ini telah menghidupi sekitar 600 kepala keluarga (KK) yang terancam bakal kehilangan mata pencahariannya.

Selama ini kawasan DAS Konto telah dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam padi. Malahan setiap tahun warga dapat panen tiga kali dengan hasil panen yang bagus.

Tiga desa terdampak yang memprotes masing-masing, Desa Blaru dan Desa Krecek, Kecamatan Badas serta Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan.

Karena itulah, warga bersikap menolak aktifitas penambangan yang ijinnya diberikan kepada dua perusahaan tersebut di atas.

“Kami menolak penambangan karena menjadi tumpuan hidup masyarakat. Mata pencaharian kami bertani di DAS Konto bakal hilang,” tandas Nasikin.

Lahan di pinggiran DAS Konto ini telah digarap secara turun temurun warga masyarakat. Nasikin sendiri merupakan generasi ketiga yang telah menggarap sawah di sepanjang aliran sungai.

Meski ketika diprotes warga, alat-alat berat milik perusahaan penambang mulai diangkut kembali, namun perusahaan memasang plang pemberitahuan tertulis kepada warga terkait rencana penambangannya.

Menurut kabar yang diterima oleh warga, sedianya ada kompensasi yang akan diberikan kepada wraga oleh perusahaan penambang. Namun, perusahaan penambang belum melakukan sosialisasi perihal hal tersebut kepada warga terdampak.

“Waktu warga dikumpulkan di Kantor Kecamatan Badas hanya disinggung masalah kompensasi,” jelasnya.
Meski demikian, warga tetap menolak aktifitas penambangan galian C karena bakal membuat 600 KK atau sekitar 2.500 jiwa akan kehilangan mata pencaharian dan kelaparan. Jumlah itu belum termasuk sekitar 500 orang buruh tani penggarap lahan.

Menanggapi soal ini, Triwiyanto, anggota DPRD Kabupaten Kediri sangat menyayangkan jika kepentingan segelintir orang bakal mengalahkan kepentingan ribuan orang yang bakal terdampak.

“Penambang galian C khan hanya dimiliki segelintir orang. Sedangkan lahan pertanian yang akan ditambang telah dikelola ribuan orang. Sangat aneh kalau kepentingan segelintir orang mengalahkan kepentingan banyak orang,” ujarnya.//

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *