28 Tahun Menghilang di Arab, Nenek Jumianti Sebentar Lagi Bisa Pulang

Kedirionline.com – Jumianti alias Qibtiyah (74), nenek yang viral karena terputus kontak dengan keluarganya hingga 30 tahun lamanya.

Pada 1 Mei lalu, Jumianti menerima gaji sebesar 76 Ribu Riyal atau sekitar 266 juta Rupiah di KBRI Riyadh. Ia menerima gaji dari majikan ketiganya yang diwakili oleh keponakan majikan bernama Kapten Ibrahim Muhammad.

Keberadaan asal usul, tempat tinggal dan keluarga Nenek Jumanti alias Qibtiyah, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hilang puluhan tahun di Arab Saudi sempat samar, namun karena viral dan menjadi perbincangan akhirnya terungkap.

Sebelum mengadu nasib sebagai TKI, Qibtiyah ternyata tinggal di sebuah dusun yang jauh dari pusat Kabupaten Jember, yakni Dusun Curah Sawah, Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember.

Penelusuran beberapa jurnalis berhasil bertemu dengan Saiful Hadi, anak pertama Qibtiyah.

“Awal mulanya ibu berangkat seingat saya Agustus tahun 1990, waktu itu bapak masih ada, saya masih baru masuk tentara. Saya pulang setelah mendapatkan cuti pertama di sela-sela pendidikan, ibu masih ada belum berangkat. Saat cuti kedua saya pulang, bapak menangis, adik- adik menangis. Bapak bilang kalau ibu sudah berangkat ke Saudi ikut keluarganya yang di Karang Duren,” cerita Saiful Hadi    .

“Saya mencari ibu ke Jakarta, dulu gak ada handphone, cari pake telegram tetep gak ketemu,” ujarnya.

Saiful menambahkan ibunya sempat mengiriminya uang Rp. 1 juta kepada adiknya, namun setelah itu tidak pernah. Setelah 3 tahun kontrak selesai, Qibtiyah tidak ada kabar.

Sejak itulah keluarga benar-benar putus kontak sampai 28 tahun.

Saiful Hadi dan keluarganya mengira sang ibu sudah meninggal dunia di Saudi dan sempat melakukan hajatan selamatan untuk mendoakan sang ibu yang didugan sudah meninggal itu.

Alangkah terkejutnya setelah sekian puluh tahun kemudian ia mendapatkan kabar tentang ibunya di media sosial.

Mendengar hal tersebut Saiful Hadi mencari tahu dan menghubungi pihak Kementrian Luar Negeri untuk memastikan keberadaan ibunya.

“Dan masyaallah, ibu masih ingat dengan saya. Rasanya gimana gitu mas kayak gak punya darah saya, masih belum percaya,” ucapnya.

“Karena dulu saya sudah selametan mengira ibu sudah meninggal, tapi alhamdulillah sudah ada kabar, ibu datang saja sudah alhamdulillah sekali mas, gak ngira saya merinding saya,” imbuh Saiful.

Saat ini, KBRI sedang mengurus kepulangan Jumanti ke Indonesia dengan melakukan diplomatic efforts yakni membuka komunikasi dengan Kemenlu Kerajaan Saudi Arabia (KSA), Imigrasi dan Kementerian Dalam Negeri KSA terkait exit permitnya.

Karena (Jumanti) sudah hampir 30 tahun tanpa iqomah (izin tinggal).

Direncanakan nantinya Dubes Saudi untuk Indonesia Osama akan melakukan penjemputan khusus Jumanti di Bandara Soetta Jakarta.//cw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *