Di Balik Mitos Putus Cinta Wisata Gunung Klotok

Kedirionline.com – Empat kilometer sebelah barat kota Kediri, terdapat dua bukit yang berjejer. Oleh penduduk di sekitarnya dinamai Gunung Klotok dan Gunung Maskumambang.

Sedang di sebelah baratnya lagi sebagai latar belakang adalah Gunung Wilis yang kebiruan. Di antara bukit Klotok dan Maskumambang terdapat sebuah gua. Namanya  Selamangleng.

Di lereng Gunung Klotok sendiri juga terdapat sebuah gua bernamama Sela Bale. Dinamakan demikian karena konon digunakan sebagai bale (tempat berbaring) oleh Dewi Kilisuci (Candrakirana) sewaktu bersembunyi. Adapun Sela Mangleng sendiri artinya batu.

Ada mitos yang berkembang, agar seseorang jangan mengajak pacarnya ke tempat itu. Nekat, pasangan tersebut bisa putus hubungan cinta. Mitos tersebut bisa muncul karena legenda sebagai berikut.

Ketika Dewi Kilisici diketahui bersembunyi ditempat itu, maka dua orang raja kakak-beradik dari Tulungagung yang bernama Maeso Suro dan Lembu Suro terus mengejarnya.

Keduanya mengejar dengan tidak kenal lelah karena dalam hati mereka sudah tertanam panah asmara terhadap Dewi Kilisuci.

Sementara itu, Dewi Kilisuci sendiri tidak bisa memutuskan kepada siapa cinta di hatinya akan dicurahkan. Sebab dia sedang menghadapi masalah yang pelik yaitu masalah perebutan kekuasaan di kerajaannya.

Maesa Suro dan Lembu Suro tidak mau menyerah begitu saja. Mereka sangat percaya diri karena mempunyai kerajaan, harta kekayaan,dan sakti mandraguna. Ketika bersua dengan sang dewi, mereka disuruh menggali sebuah sumur di atas bukit itu sebagai syarat persembahan cinta.

Demi cintanya kepada Dewi Kilisuci, Maeso Suro dan Lembu Suro bekerja siang malam membuat sumur sedalam-dalamnya. Ketika sumur dirasa sudah dalam, mereka memberitahukannya kepada sang dewi.

Tapi Dewi Kilisuci beranggapan kedalamannya masih kurang. Lantas, kedua kakak-beradik itu pun kembali menggali lebih dalam.

Saat sumur digali semakin dalam, Dewi Kilisuci cemas.  Sebab dia sadar hatinya tidak bisa diberikan kepada salah satu dari kedua kakak beradik itu. Maka saat Maeso dan Lembu tengah asyik-asyiknya menggali, sang dewi menimbun hidup-hidup kakak beradik itu di dalam sumur.

Sebelum kedua kakak-beradik itu menghembuskan napas terakhir, mereka mengutuk Dewi Kilisuci dan berjanji akan membalas dendam.

Itulah sebabnya setiap waktu terjadi gempa bumi dan letusan gunung Kelud warga setempat percaya bahwa Maeso dan Lembu Suro yang gagal dalam percintaan tidak ingin melihat seseorang berhasil dalam kisah cintanya. Walhasil, orang yang naik ke gunung Klotok dan membawa pacarnya akan mengalami nasib sial, yaitu putusnya hubungan cinta.

Benar atau tidaknya mitos tersebut, yang jelas memang tidak seharusnya wilayah itu dijadikan tempat berpacaran.

Sebab, oleh masyarakat sekitar, tempat yang indah dan sunyi dengan batu pembaringan (Sela Bale) dianggap dapat menimbulkan godaan setan untuk melakukan hal-hal terlarang. Kemungkinan besar hal itulah yang menjadi latar belakang sebenarnya dari munculnya mitos gunung Klotok bisa mematahkan hubungan cinta.//cw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *