Soal Ancaman Luhut, PAN: Merespon Kritik Tak Perlulah Terbawa Perasaan

Kedirionline.com – Merespon kritikan yang diarahkan kepada Presden Joko Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melontarkan ancaman akan membuka dosa politikus senior yang mengkritik pemerintah dengan asal-asalan.

“Jangan asal kritik. Saya tahu track record-mu, kok. Background saya spion juga. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok. Sudahlah, diam sajalah. Jangan main-main, kalau main-main kami bisa cari dosamu, memang kamu siapa?” kata Luhut sebagaimana dikutip di banyak media.

Konteks ucapan Luhut ini terjadi saat ia jadi pembicara di sebuah seminar nasional  yang berjudul “Kebijakan dan Koordinasi Bidang Maritim untuk Kesejahteraan Nelayan” di kantor BPK, Senin (19/3). Ia awalnya menyampaikan bahwa pemerintah terbuka dengan kritik dan masukan yang membangun, setelah sempat memaparkan soal bidang kemaritiman.

Luhut memang tak menyebut siapa politikus senior yang ia maksud, tapi pernyataan ini kemudian direspons oleh pihak Partai Amanat Nasional (PAN). PAN merasa pernyataan Luhut tertuju kepada Amien Rais, Ketua Majelis Kehormatan PAN.

Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan menyebut Luhut bersikap berlebihan dan terlalu membawa perasaan dalam menanggapi kritik dari Amien.

“Enggak usah kemudian saling mengancam,” kata Taufik di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).

Taufik menyebutkan kritik Amien Rais merupakan hal lumrah dan seharusnya dianggap pemerintah sebagai pengingat untuk menjalankan pemerintahan dengan lebih baik. Menurut Taufik, Amien bukan kali ini saja mengkritik pemerintah. Ia mengatakan sejak era Soeharto menjabat presiden, Amien Rais kerap bersuara lantang kepada pemerintah.

“Sejak zaman Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY. Hal-hal yang kemudian dianggap tidak tepat dalam konteks konstitusional selalu diingatkan,” kata Taufik.

Konteks kritik dari politikus senior yang disebut Luhut terkait dengan kritik pembagian sertifikat tanah yang menjadi program reforma agraria Presiden Jokowi. Dalam konteks kritik pembagian sertifikat tanah, Taufik mencoba menafsirkan kritik Amien Rais dalam konteks waktu pembagian yang dirasa tak tepat, bahwa kebijakan tersebut bermaksud baik tapi waktunya berdekatan dengan masa Pemilu.//cw

Kedirionline.com – Merespon kritikan yang diarahkan kepada Presden Joko Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melontarkan ancaman akan membuka dosa politikus senior yang mengkritik pemerintah dengan asal-asalan.

“Jangan asal kritik. Saya tahu track record-mu, kok. Background saya spion juga. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok. Sudahlah, diam sajalah. Jangan main-main, kalau main-main kami bisa cari dosamu, memang kamu siapa?” kata Luhut sebagaimana dikutip di banyak media.

Konteks ucapan Luhut ini terjadi saat ia jadi pembicara di sebuah seminar nasional  yang berjudul “Kebijakan dan Koordinasi Bidang Maritim untuk Kesejahteraan Nelayan” di kantor BPK, Senin (19/3). Ia awalnya menyampaikan bahwa pemerintah terbuka dengan kritik dan masukan yang membangun, setelah sempat memaparkan soal bidang kemaritiman.

Luhut memang tak menyebut siapa politikus senior yang ia maksud, tapi pernyataan ini kemudian direspons oleh pihak Partai Amanat Nasional (PAN). PAN merasa pernyataan Luhut tertuju kepada Amien Rais, Ketua Majelis Kehormatan PAN.

Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan menyebut Luhut bersikap berlebihan dan terlalu membawa perasaan dalam menanggapi kritik dari Amien.

“Enggak usah kemudian saling mengancam,” kata Taufik di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).

Taufik menyebutkan kritik Amien Rais merupakan hal lumrah dan seharusnya dianggap pemerintah sebagai pengingat untuk menjalankan pemerintahan dengan lebih baik. Menurut Taufik, Amien bukan kali ini saja mengkritik pemerintah. Ia mengatakan sejak era Soeharto menjabat presiden, Amien Rais kerap bersuara lantang kepada pemerintah.

“Sejak zaman Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY. Hal-hal yang kemudian dianggap tidak tepat dalam konteks konstitusional selalu diingatkan,” kata Taufik.

Konteks kritik dari politikus senior yang disebut Luhut terkait dengan kritik pembagian sertifikat tanah yang menjadi program reforma agraria Presiden Jokowi. Dalam konteks kritik pembagian sertifikat tanah, Taufik mencoba menafsirkan kritik Amien Rais dalam konteks waktu pembagian yang dirasa tak tepat, bahwa kebijakan tersebut bermaksud baik tapi waktunya berdekatan dengan masa Pemilu.//cw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *