Enam Minggu Dibui di Hongkong, Cak Yudo dan Cak Percil akhirnya pulang

Kedirionline – Setelah enam minggu berada di penjara Hong Kong, dua pelawak asal Jawa Timur, Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil), akhirnya pulang.  Cak Yudo dan Cak Percil mendarat di Terminal II Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Kamis (8/3) malam, menumpang Brunei Airlines. Kedatangan mereka disambut suka cita oleh keluarganya.

Keduanya mengaku memiliki pengalaman yang tak bisa dilupakannya selama berada di balik jeruji besi negeri orang.

Cak Percil mengaku berat badannya bertambah 5 kg selama menjalani hukuman di  Hong Kong. Selain itu ia mengaku banyak mendapat hikmah dari kasus itu. Awalnya, mereka datang ke Hong Kong untuk menghibur komunitas Buruh Migran Indonesia (BMI) di sana. Namun, karena pihak pengundang tak menyertakan perizinan keduanya untuk manggung di sana, tak ayal kemudian keduanya ditangkap oleh aparat di Hong Kong.

“Kalau disuruh menjelaskan, saya nggak bisa jelasin. Banyak banget hikmahnya. Tapi kalau bisa cerita, kami batal show, nggak jadi ngelawak lagi, tapi jadi tukang pijet,” ungkap Cak Percil.

Kok jadi tukang pijat? Di dalam penjara Cak Percil ternyata bertemu dengan orang Nigeria, yang kakinya sedang sakit. “Nggak usah tunggu lama, saya langsung ambil balsem lalu saya pijat kakinya. Eh ternyata kondisi orang itu jadi lebih baik,” ujarnya.

Dari situ, orang Nigeria tersebut malah memberitahu teman-temannya yang lain dan mengabarkan kalau Cak Percil bisa menyembuhkan sakit. Jadilah, ia penyembuh dadakan di penjara.

Mereka mengaku sempat diminta memijat lima orang asal Nigeria, sesama orang hukuman di penjara Hong Kong. Meski pernah menghuni penjara di negeri asing, mereka mengaku tak kapok (jera) mendapat undangan show di luar negeri.

Sri Kuncoro, perwakilan dari Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Hong Kong menjelaskan mengenai kejadian yang dialami Cak Yudo dan Cak Percil.

“Jadi mereka ini kedapatan melakukan penyalahgunaan izin tinggal di Hong Kong. Untungnya mereka berdua ini sangat kooperatif, mau mengakui kesalahannya, sehingga pihak KJRI dapat meminta keringanan vonis bagi mereka,” jelas Kuncoro.

Menurut ketentuan hukum setempat, warga negara asing yang berada di Hong Kong untuk kunjungan paling lama 30 hari, dilarang bekerja atau melakukan kegiatan komersiil. Sidang perdana Cak Yudo dan Cak Percil berlangsung 6 Februari. Pengadilan menjatuhkan hukuman 6 minggu penjara dan masa percobaan 18 bulan.

Penahanan Cak Yudo dan Cak Percil ini juga sempat mengundang keprihatinan dan simpati dari komedian yang tergabung dalam PASKI. Dengan dipimpin Eko Patrio, PASKI sempat mengupayakan jaminan untuk menangguhkan penahanan kedua pelawak asal Jawa Timur itu.//CW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *