Blusukan Ke Pasar, Khofifah Temukan Penyebab Sepinya Pasar Tradisional

Kedirionline – Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa blusukan ke Pasar Besar Kota Madiun dan beberapa pasar di Madura pada Minggu lalu.

Di Pasar-pasar tersebut, calon gubernur yang diusung PAN, Partai Golkar, Demokrat, NasDem, PPP, dan Hanura ini memborong sejumlah komoditas seperti lauk, sayur, dan buah.

“Tadi Khofifah membeli jambu dan avokad 10 kilogram,” kata Jumini, salah seorang pedagang buah di Pasar Besar Kota Madiun.

Jumini mengaku senang barang dagangannya diborong. Apalagi, sejak pagi transaksi jual beli yang berlangsung di kiosnya sedang sepi.

Khofifah menjelaskan, sepinya pembelian merupakan problem yang banyak dikeluhkan pedagang pasar setempat. “Di pasar besar ini infrastrukturnya saya melihat sudah bagus. Problemnya selanjutnya adalah sepi pembeli,” kata Khofifah.

Kondisi itu dinilai akibat maraknya pasar modern atau swalayan. Khofifah menyatakan, permasalahan itu dapat terselesaikan dengan regulasi yang mengatur keberadaan pasar modern dan pasar tradisional.

“Pembelian sayur, ayam di pasar tradisional relatif ramai, tapi untuk sembako seperti beras dan minyak goreng sepi. Pembeli membeli di tempat yang lebih dekat (pasar modern),” ujar dia.

Untuk itu, Khofifah menyatakan, pasar tradisional harus memiliki pergudangan di dalamnya. Hal ini untuk memberikan jaminan ketersediaan barang dengan harga yang terjangkau. Sebab, tidak membutuhkan biaya akodomodasi untuk memindah barang.

“Hanya membutuhkan biaya angkut panggul atau gerobak sehingga tidak perlu biaya transportasi atau bahan bakar minyak,” terangnya.//cw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *